Memancarkan Wajah Allah di Dunia Kitab Keluaran (22: 20-26) yang kita dengarkan dalam bacaan pertama hari Minggu ini bercerita tentang Allah memberikan petunjuk yang sangat tegas mengenai bagaimana kita harus memperlakukan sesama, khususnya mereka yang terpinggirkan: orang asing, janda, anak yatim, dan orang miskin. Allah mengingatkan bangsa Israel akan masa lalu mereka: “ Sebab kamu pun dahulu adalah orang asing di tanah Mesir .” Pengalaman pernah mengalami masa-masa sulit seharusnya melahirkan empati, bukan penindasan. Bahkan, Allah sampai mengatur hal yang sangat detail: jika kita mengambil jubah orang miskin sebagai jaminan utang, jubah itu harus dikembalikan sebelum matahari terbenam. Mengapa demikian? Karena jubah itu adalah satu-satunya selimut mereka untuk menahan dinginnya malam. Pesan ini kiranya sangat menyentuh realitas hidup kita saat ini. Di tengah situasi ekonomi yang tidak mudah dan biaya hidup yang kian mencekik, gampang sekali bagi kita untuk menjadi egois, me...