Buletin KKIA Februari 2026
Bersama Yesus di Padang Gurun Memasuki Minggu pertama Masa Pra-Paskah, kita diajak oleh penginjil Matius untuk berjalan bersama Yesus melintasi kerasnya padang gurun. Padang gurun bukan sekadar hamparan pasir, melainkan lambang ruang batin manusia: tempat sunyi, pergulatan, dan perjumpaan dengan Tuhan. Di sana Yesus mengalami lapar, kelemahan, dan pencobaan. Ia sungguh masuk dalam pengalaman manusiawi kita. Di padang gurun itu Yesus menghadapi tiga godaan. Pertama, mengubah batu menjadi roti: godaan menjadikan kebutuhan materi sebagai pusat hidup. Kedua, keinginan akan pembuktian dan sensasi: mencobai Tuhan agar bertindak sesuai kehendak kita. Ketiga, tawaran kekuasaan dan kemuliaan tanpa salib: keinginan berhasil tanpa proses dan dihormati tanpa pengorbanan. Menghadapi semuanya itu, Yesus memilih bersandar hanya kepada Allah. Ia menolak jalan pintas dan tetap setia. Dalam perjalanan hidup, kita pun memiliki padang gurun masing-masing. Ada yang mengalaminya dalam bentuk tekanan e...